Sabda Rasulullah SAW : “Belum sempurna iman kalian, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” ........................ " Jadikan Jakarta Kota Sayyidina Muhammad SAW" ..........................." Jadikan Rasulullah SAW Idolamu !"(Shahih Bukhari)

Jumat, 11 Februari 2011

Mengapa Kita Perlu Mengadakan Maulid ?

Dahulu di zaman Rasul saw dan sahabat ra tidak perlu merayakan maulid karena mereka telah mengenal Rasul saw lebih dalam, siapa Rasul-bagaimana perkataan dan perbuatannya-bagaimana keluarga Rasul dll.. Tapi akhir zaman ini banyak ummatnya yg telah lupa kepadanya, bagiamana tuntunannya-siapa keluarganya-bagaimana akhlaq dan tutur katanya.. Ummat skrg asing mendengar siapa Nabi Muhammad saw. Maka dari itu kita yang mencintai Rasulullah saw mengadakan maulid di saat ini dengan maksud kembali mengenal Rasul saw, indahnya tuntunan dan ajarannya.. Maka apakah ini dikatakan bid'ah??
Lalu mengapa para pahlawan Nasional dipelajari di sekolah-sekolah?? di universitas??
Kita mempelajari mereka karna menghormati dan menghargai jasa mereka yg membawa Indonesia kedalam Kemerdekaan.
Lantas sebab apa ada dunia beserta isinya saat ini?? adanya surga dan neraka?? adanya langit dan angkasa raya??? Ini semua sebab sosok makhluk termulia SAYYIDINA MUHAMMAD SAW. apakah ummat saat ini lebih baik mencintai artis-artis? mencintai tokoh idola dari BARAT?? yang mereka selalu dalam dosa dan kegelapan, yang mereka tidak pernah sujud kepada Allah swt??


Selanjutnya..

Kamis, 10 Februari 2011

Sejarah Nabi Muhammad SAW

Sejarah Nabi Muhammad SAW


Lagi-lagi sebuah sejarah dilupakan, seakan-akan mereka tidak pernah tahu atau mungkin tidak mau tahu, ini adalah sejarah yang tak boleh dilupakan, karena inilah sebab awal penciptaan dan akhir penciptaan, ia bermula 14 abad yang lalu di sebuah kota kecil, sebuah kota yang panas dan tandus yang dipenuhi dengan penyembahan terhadap kayu-kayu dan batu-batu yang tak dapat berbuat apa-apa dan juga disana terdapat sebuah kotak hitam yang dikelilingi oleh berhala-berhala yang sekarang telah berubah wujud tapi memiliki wujud berhala yang sama. Sungguh tak terpikirkan betapa bodoh manusia zaman itu, ialah sebuah jazirah yang disebut jazirah Arabia, perbuatan buruk dan haram, perampokan, pembunuhan bayi,minum-minuman keras, yang memusnahkan segala kebajikan dan moral menempatkan masyarakat jazirah Arabia ini dalam situasi kemerosotan yang luar biasa. Mereka terpecah-pecah menjadi kabilah-kabilah (bani/kaum).

I. Kelahiran Sang Nabi



Pada saat yang sangat kritis ini muncullah sebuah bintang pada malam yang gelap gulita, sinarnya semakin terang membuat malam menjadi terang benderang, ia bukan bintang yang biasa, tapi bintang yang sangat luar biasa, bahkan matahari di siang haripun malu menampakkan sinarnya karena bintang ini adalah maha bintang yang terlahirkan ke muka bumi, ialah cahaya dalam kegelapan, ia adalah cahaya di dalam dada, ia dikenal dengan Nama Muhammad, menurut sejarawan bintang ini tepat terlahir tanggal 17 Rabiul Awwal (12 Rabiul awwal menurut mazhab sunni) 570 M, bintang ini tak pernah padam walaupun 14 abad setelah ketiadaannya, bahkan ia semakin terang dan semakin terang, dari bintang ini terlahir 13 bintang yang lain, yang selalu menjadi hujjah bagi bintang-bintang yang sulit bersinar lainnya di setiap zamannya. Ia memiliki silsilah yang berhubungan langsung dengan jawara Tauhid melalui anaknya Ismail AS, yang dilahirkan melalui rahim-rahim suci dan terpelihara dari perbuatan-perbuatan mensekutukan Tuhan. Ia begitu suci sehingga Tuhan memerintahkan kepada Para Malaikat dan Jin untuk bersujud kepada Adam, karena cahayanya dibawa oleh Adam AS untuk disampaikan kepada maksud, ia adalah rencana Tuhan yang teramat besar yang langit dan bumi pun tak kan sanggup memikulnya.

Peristiwa kelahiran sang bintang dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang luarbiasa, dimulai dengan peristiwa padamnya api abadi di kerajaan Persia, hancurnya sesembahan batu di sana, dan penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan Kabah, yang di kemudian hari menjadi kiblat baginya dan ummatnya sampai akhir zaman, namun tentara yang besar ini dihancurkan oleh burung-burung yang dikirimkan oleh Sang Pemilik kiblat (Kabah), karenanya tahun ini dinamakan tahun Gajah. Sudah menjadi tradisi kelahiran manusia luar biasa harus juga didahului peristiwa yang luar biasa. Muhammad namanya, ayahnya bernama Abdullah, Ibundanya Aminah, kedua orang tuanya berasal dari silsilah yang mulia yang merupakan keturunan Jawara Tauhid (Ibrahim AS). Abdullah lahir kedunia hanya untuk membawa nur Muhammad dan meletakkannya ke dalam rahim Aminah, Sang isteri saat itu mengandung (2 bulan) bayi yang kelak menjadi manusia besar. Setelah lama kepergian sang suami, sang isteri merasakan kesepian yang amat dalam, walaupun suaminya selalu berkirim surat. Namun pada saat lain surat tidak lagi ia terima, begitu riang hatinya ternyata ia melihat rombongan dagang suaminya telah pulang, tapi Ia amat terkejut karena tak dilihatnya suaminya, datanglah seseorang dari rombongan tersebut yang menyampaikan berita kepada Aminah, mulutnya begitu berat untuk mengucapkan kata kata ini kepada wanita ini, ia tidak sanggup mengutarakannya, namun akhirnya terucap juga bahwa sang suami telah berpulang ke hadirat Allah Swt dan dimakamkan di abwa.

Begitu goncang hatinnya mendengarkan hal ini, tak sanggup menahan tangisnya, ia menangis menahan sedih dan tak makan beberapa hari, namun ia bermimpi, dalam mimpinya seorang wanita datang dan berkata kepadanya agar ia menjaga bayi dalam janinnya dengan baik baik. Ia berulang kali bermimpi bertemu dengan wanita tersebut yang ternyata adalah Maryam binti Imran (Ibu Isa as). Dalam mimpinya sang wanita mulia ini berkata : Kelak bayi yang ada didalam rahimmu akan menjadi manusia paling mulia sejagat raya, maka jagalah ia baik baik hingga kelahirannya.
Saat ayahanda Muhammad yang mulia ini Wafat dalam usia 20 tahun (riwayat lain 17 tahun), sang bintang kita ini sedang berada dalam kandungan ibunya, beberapa tahun kemudian Bunda Sang bintang menyusul suaminya dan dimakamkan di Abwa juga. Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya, belum lagi hilang duka setelah ditinggal Sang Bunda, ia pun harus kehilangan kakeknya ketika umurnya belum lagi menginjak delapan tahun. Setelah kepergian sang kakek, sang bintang (Muhammad) diasuh oleh pamannya, Abu Tholib, seorang putra Abdul Mutholib yang pertama menyatakan keimanannya kepada kemenakannya sendiri (Muhammad). Pemandu ilahi selalu saja dipilihkan oleh Ilahi untuk memiliki profesi sebagai seorang gembala, melalui profesi ini beliau mengarungi beberapa waktu kehidupannya untuk menjadi gembala domba yang lebih besar, inilah pilihan Ilahi yang memilihkan baginya sebuah jalan dimana hal ini penting bagi orang yang akan berjuang melawan orang-orang hina yang berpikiran sampai menyembah aneka batu dan pohon, ilahi menjadikannya kuat sehingga tidak menyerah kepada apapun kecuali keputusan-Nya. Ada penulis sirah yang mengutip kalimat Nabi berikut ini, Semua Nabi pernah menjadi gembala sebelum beroleh jabatan kerasulan. Orang bertanya kepada Nabi, Apakah Anda juga pernah menjadi gembala? Beliau menjawab, Ya. Selama beberapa waktu saya menggembalakan domba orang Mekah di daerah Qararit.

Sang bintang terlahir bukan dari kalangan orang yang teramat kaya, belum lagi ia dilahirkan sebagai seorang yatim, dan telah kehilangan Ayah, Ibu di masa kecil sebagai tempat bernaung, apa yang dapat dikatakan oleh anak kecil yang telah kehilangan kedua orang tuanya sedangkan dia sendiri masih membutuhkan naungan kedua orang tua dan kasih sayang mereka. Mari kita masuk ke jazirah Arabia lebih jauh lagi, kita dapat melihat bahwa kondisi keuangan Muhammad terbilang cukup sulit. Muhammad terkenal dengan kemuliaan rohaninya, keluhuran budi, keunggulan ahklaq dan dirinya dikenal di masyarakat sebagai orang jujur (al-Amin), ia menjadi salah seorang kafilah dagang Khodijah yang terpercaya dan Khodijah memberikan dua kali lipat dibandingkan yang diberikannya kepada orang lain. Kafilah Quraisy, termasuk barang dagangan Khodijah, siap bertolak, kafilah tiba di tempat tujuan. Seluruh anggotanya mengeruk laba. Namun, laba yang diperoleh Nabi lebih banyak ketimbang lain. Kafilah kembali ke Makkah. Dalam perjalanan, Sang bintang melewati negeri Ad dan Tsamud. Keheningan kematian yang menimpa kaum pembangkang itu mengundang perhatian sang bintang.

Kafilah mendekati Mekah, Maisarah, berkata kepada sang Bintang, Alangkah baiknya jika Anda memasuki Mekah mendahului kami dan mengabarkan kepada Khodijah tentang perdagangan dan keuntungan besar yang kita dapatkan. Nabi tiba di Mekah ketika Khodijah sedang duduk di kamar atasnya. Ia berlari turun dan mengajak Nabi ke ruangannya. Nabi menyampaikan, dengan menyenangkan, hal-hal menyangkut barang dagangan. Maisarah menceritakan tentang Kebesaran jiwa Al-Amin selama perjalanan dan perdagangan. Maisarah menceritakan Di Busra, Al-Amin duduk di bawah pohon untuk istirahat. Seorang pendeta, yang sedang duduk di biaranya, kebetulan melihatnya. Ia datang seraya menanyakan namanya kepada saya, kemudian ia berkata, Orang yang duduk di bawah naungan pohon itu adalah nabi, yang tentangnya telah saya baca banyak kabar gembira di dalam Taurat dan Injil.
Kemudian Khodijah menceritakan apa yang didengarnya dari Maisarah kepada Waraqah bin Naufal, si hanif dari Arabia. Waraqah mengatakan, Orang yang memiliki sifat-sifat itu adalah nabi berbangsa Arab.


II. Pernikahan



Kebanyakan sejarawan percaya bahwa yang menyampaikan lamaran Khadijah kepada Nabi ialah Nafsiah binti Aliyah sebagai berikut:

Wahai Muhammad! Katakan terus terang, apa sesungguhnya yang menjadi penghalang bagimu untuk memasuki kehidupan rumah tangga? Kukira usiamu sudah cukup dewasa! Apakah anda akan menyambut dengan senang hati jika saya mengundang Anda kepada kecantikan, kekayaan, keanggunan, dan kehormatan ? Nabi menjawab,Apa maksud Anda? Ia lalu menyebut Khodijah. Nabi lalu berkata, Apakah Khodijah siap untuk itu, padahal dunia saya dan dunianya jauh berbeda? Nafsiah berujar Saya mendapat kepercayaan dari dia, dan akan membuat dia setuju. Anda perlu menetapkan tanggal perkawinan agar walinya (Amar bin Asad) dapat mendampingi Anda beserta handai tolan Anda, dan upacara perkawinan dan perayaan dapat diselenggarakan".

Kemudian Muhammad membicarakan hal ini kepada pamannya yang mulia, Abu Tholib. Pesta yang agung pun diselenggarakan, sang paman yang mulia ini menyampaikan pidato, mengaitkannya dengan puji syukur kepada Tuhan. Tentang keponakannya, ia berkata demikian, Keponakan saya Muhammad bin Abdullah lebih utama daripada siapapun di kalangan Quraisy. Kendati tidak berharta, kekayaan adalah bayangan yang berlalu, tetapi asal usul dan silsilah adalah permanen".

Waraqah, paman Khodijah, tampil dan mengatakan sambutannya, Tak ada orang Quraisy yang membantah kelebihan Anda. Kami sangat ingin memegang tali kebangsawanan Anda. Upacara pun dilaksanakan. Mahar ditetapkan empat puluh dinar-ada yang mengatakan dua puluh ekor unta.

Sang bintang sekarang mulai dewasa, ia mempunyai seorang istri yang begitu lengkap kemuliaannya, dari perkawinan ini Khodijah melahirkan enam orang anak, dua putra, Qasim, dan Abdulah, yang dipanggil At-Thayyib, dan At-Thahir. Tiga orang putrinya masing-masing Ruqayyah, Zainab, Ummu Kaltsum, dan Fatimah. Kedua anak laki-lakinya meninggal sebelum Muhammad diutus menjadi Rosul.

Ketika umur sang bintang mulai menginjak 35 tahun, banjir dahsyat mengalir dari gunung ke Kabah. Akibatnya, tak satu pun rumah di Makah selamat dari kerusakan. Dinding kabah mengalami kerusakan. Orang Quraisy memutuskan untuk membangun Kabah tapi takut membongkarnya. Walid bin Mughirah, orang pertama yang mengambil linggis, meruntuhkan dua pilar tempat suci tersebut. Ia merasa takut dan gugup. Orang Mekah menanti jatuhnya sesuatu, tapi ketika ternyata Walid tidak menjadi sasaran kemarahan berhala, mereka pun yakin bahwa tindakannya telah mendapatkan persetujuan Dewa. Mereka semua lalu ikut bergabung meruntuhkan bangunan itu. Pada saat pembangunan kembali kabah, diberitahukan pada semua pihak sebagai berikut, Dalam pembangunan kembali Kabah, yang dinafkahkan hanyalah kekayaan yang diperoleh secara halal. Uang yang diperoleh lewat cara-cara haram atau melalui suap dan pemerasan, tak boleh dibelanjakan untuk tujuan ini. Terlihat bahwa ini adalah ajaran para Nabi, dan mereka mengetahui tentang kekayaan yang diperoleh secara tidak halal, tetapi kenapa mereka masih melakukan hal demikian, inipun terjadi di zaman ini, di Indonesia, rakyat ataupun pemerintahnya mengetahui tentang halal dan haramnya suatu harta kekayaan atau pun perbuatan yang salah dan benar, tapi mereka masih saja melakukan perbuatan itu walaupun tahu itu adalah salah.

Mari kita kembali lagi menuju Mekah, ketika dinding kabah telah dibangun dalam batas ketinggian tertentu, tiba saatnya untuk pemasangan Hajar Aswad pada tempatnya. Pada tahap ini, muncul perselisihan di kalangan pemimpin suku. Masing-masing suku merasa bahwa tidak ada suku yang lain yang pantas melakukan perbuatan yang mulia ini kecuali sukunya sendiri. Karena hal ini, maka pekerjaan konstruksi tertunda lima hari. Masalah mencapai tahap kritis, akhirnya seorang tua yang disegani di antara Quraisy, Abu Umayyah bin Mughirah Makhzumi, mengumpulkan para pemimpin Quraisy seraya berkata,Terimalah sebagai wasit orang pertama yang masuk melalui Pintu Shafa. (buku lain mencatat Bab as-salam). Semua menyetujui gagasan ini. Tiba-tiba Muhammad muncul dari pintu. Serempak mereka berseru, Itu Muhammad, al-Amin. Kita setuju ia menjadi wasit!

Untuk menyelesaikan pertikaian itu, Nabi meminta mereka menyediakan selembar kain. Beliau meletakkan Hajar Aswad di atas kain itu dengan tangannya sendiri, kemudian meminta tiap orang dari empat sesepuh Mekah memegang setiap sudut kain itu. Ketika Hajar Aswad sudah diangkat ke dekat pilar, Nabi meletakkannya pada tempatnya dengan tangannya sendiri. Dengan cara ini, beliau berhasil mengakhiri pertikaian Quraisy yang hampir pecah menjadi peristiwa berdarah.

Tuhan, Sang Maha Konsep sudah membuat konsep tentang semua ini, tanda-tanda seorang bintang telah banyak ia tampakkan pada diri Muhammad, dari batinnya yang mulia sampai pada bentuk lahirnya yang indah. Kesabaran yang diabadikan di dalam Kitab suci menjadi bukti yang tak terbantahkan, bahwa ia adalah manusia sempurna, dalam wujud lahiriah (penampakan), maupun batinnya. Tidak setitik cela apalagi kesalahan selama hidupnya, Sang Maha Konsep benar-benar telah mengonsepnya menjadi manusia ilahi. Al-Amin telah dikenal oleh masyarakat Mekah, sebagai manusia mulia, sebagai manifestasi wujud kejujuran mutlak. Sebelum pengutusannya menjadi Rosul, Muhammad selalu mengamati tanda kekuasaan Tuhan, dan mengkajinya secara mendalam, terutama mengamati keindahan, kekuasaan, dan ciptaan Allah dalam segala wujud. Beliau selalu melakukan telaah mendalam terhadap langit, bumi dan isinya. Beliau selalu mengamati masyarakatnya yang rusak, dan hancur, beliau mempunyai tugas untuk menghancurkan segala bentuk pemberhalaan. Apalah kiranya yang membuat masyarakatnya seperti ini, ia mengembalikan semua ini kepada Tuhan, yang menurutnya tak mungkin sama dengan manusia.

Gunung Hira, puncaknya dapat dicapai kurang lebih setengah jam, gua ini adalah saksi atas peristiwa menyangkut sahabat karib-nya (Muhammad), gua ini menjadi saksi bisu tentang wahyu, dan seakan-akan ia ingin berkata, disinilah dulu anak Hasyim itu tinggal, yang selalu kalian sebut-sebut, disinilah ia diangkat menjadi Rosul, disinilah Al-Furqon pertama kali dibacakan, wahai manusia, bukankah aku telah mengatakannya, kalianlah (manusia) yang tak mau menengarkannya, kalian menutup telinga kalian rapat-rapat, dan menertawakanku, sedangkan sebagian dari kalian hanya menjadikan aku sebagai museum sejarah.kata saksi bisu.



III. Diangkat Menjadi Rasul



Hira, tempat diturunkannya kalimat Tuhan Yang Maha Sakti, kalimat yang membuat iblis berputus asa untuk menyesatkan manusia, kalimat yang dengannya alam semesta berguncang. Al-Quran, susunan kalimatnya yang mengandung makna yang banyak telah membuat tercengang manusia-manusia manapun di jagat raya, yang mengakui kebenarannya, akan mengikutinya, sedangkan yang tidak mengakuinya harus tunduk atas kebenarannya, dan bagi mereka yang menolak, dengan cara apapun akan sia-sia, dan celaka. Jibril (Ruh Al-Qudus) diutus Tuhan semesta Alam, Sang Pemilik Konsep, untuk menyampaikan kalimat-Nya secara berangsur-angsur kepada Al-amin yang berada di Gunung Hira. Al-Amin telah mempersiapkan dirinya selama empat puluh tahun untuk memikul tugas yang maha berat ini, Jibril datang kepadanya dengan membawa beberapa kalimat dari Tuhannya. Ialah kalimat pertama yang dikemukakan dalam Al-quran sebagai berikut

Bacalah dengan [ menyebut] nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Paling Pemurah. Yang mengajari [manusia] dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Ayat ini dengan tegas menyatakan tentang program Nabi, dan menyatakan dalam istilah-istilah jelas bahwa fondasi agamanya diberikan dengan pengkajian, pengetahuan, kebijaksanaan, dan penggunaan pena.

Muhammad, pembawa berita bahagia, ancaman, dan perintah merupakan manusia teladan sepanjang masa, ia adalah manusia dalam wujud Ilahiah, utusan Tuhan yang kepadanya ummat manusia memohonkan syafaat. Tidak satupun mahkluq yang mencapai kesempurnaan yang dicapai Muhammad, sejak kecil ia telah memperlihatkan ketulusan, kejujuran, manusia yang seumur hidupnya tidak pernah berbohong, yang tidak pernah menghianati janji, dan sayang kepada yang miskin.

Malaikat Jibril menyelesaikan tugasnya menyampaikan wahyu itu, dan Muhammad pun turun dari Gua Hira menuju rumah Khodijah. Jiwa agung Nabi disinari cahaya wahyu. Beliau merekam di hatinya apa yang didengarnya dari malaikat Jibril. Setelah kejadian ini, Jibril menyapanya,Wahai Muhammad! Engkau Rosul Allah dan aku Jibril. Muhammad menerima kalimat Tuhannya secara bertahap, secara berangsur-angsur, fakta sejarah mengakui bahwa di antara wanita, Khodijah adalah wanita yang pertama memeluk Islam, dan pria pertama yang memeluk Islam adalah Ali.

Muhammad mengadakan perjamuan makan dengan kerabatnya, selesai makan, beliau berpaling kepada para sesepuh keluarganya dan memulai pembicaraan dengan memuji Allah dan memaklumkan keesaan-Nya. Lalu beliau berkata, Sesungguhnya, pemandu suatu kaum tak pernah berdusta kepada kaumnya. Saya bersumpah demi Allah yang tak ada sekutu bagi-Nya bahwa saya diutus oleh Dia sebagai Rosul-Nya, khususnya kepada Anda sekalian dan umumnya kepada seluruh penghuni dunia. Wahai kerabat saya! Anda sekalian akan mati. Sesudah itu, seperti Anda tidur, Anda akan dihidupkan kembali dan akan menerima pahala menurut amal Anda. Imbalannya adalah surga Allah yang abadi (bagi orang lurus) dan neraka-Nya yang kekal(bagi orang yang berbuat jahat). Lalu beliau menambahkan, Tak ada manusia yang pernah membawa kebaikan untuk kaumnya ketimbang apa yang saya bawakan untuk Anda. Saya membawakan kepada Anda rahmat dunia maupun Akhirat. Tuhan saya memerintahkan kepada saya untuk mengajak Anda kepada-Nya. Siapakah diantara Anda sekalian yang akan menjadi pendukung saya sehingga ia akan menjadi saudara, washi (penerima wasiat), dan khalifah (pengganti) saya?.

Ketika pidato Nabi mencapai poin ini, kebisuan total melanda pertemuan itu. Ali, remaja berusia lima belas tahun, memecahkan kebisuan itu. Ia bangkit seraya berkata dengan mantap, Wahai Nabi Allah, saya siap mendukung Anda. Nabi menyuruhnya duduk. Nabi mengulang tiga kali ucapannya, tapi tak ada yang menyambut kecuali Ali yang terus melontarkan jawaban yang sama. Beliau lalu berpaling kepada kerabatnya seraya berkata, Pemuda ini adalah saudara, washi, dan khalifah saya diantara kalian. Dengarkanlah kata-katanya dan ikuti dia".

Pemakluman khilafah (imamah) Ali di hari-hari awal kenabian Muhammad memperlihatkan bahwa dua kedudukan ini berkaitan satu sama lain. Ketika Rosulullah diperkenalkan kepada masyarakat, khalifahnya juga ditunjuk dan diperkenalkan pada hari itu juga. Ini dengan sendirinya menunjukkan bahwa kenabian dan imamah merupakan dua hal yang tak terpisahkan.

Peristiwa diatas membuktikan heroisme spiritual dan kebenaran Ali. Karena, dalam pertemuan di mana orang-orang tua dan berpengalaman tenggelam dalam keraguan dan keheranan, ia menyatakan dukungan dan pengabdian dengan keberanian sempurna dan mengungkapkan permusuhannya terhadap musuh Nabi tanpa menempuh jalan politisi yang mengangkat diri sendiri. Kendati waktu itu ia yang termuda diantara yang hadir, pergaulannya yang lama dengan Nabi telah menyiapkan pikirannya untuk menerima kenyataan, sementara para sesepuh bangsa ragu-ragu untuk menerimanya.

Setelah berdakwah kepada kaum kerabatnya, Nabi berdakwah terang-terangan kepada kaum Quraisy. Muhammad, berbekal kesabaran, keyakinan, kegigihan, dan keuletan dalam berdakwah terus-menerus dan tidak menghiraukan orang-orang musrik yang terus menghardik dan mengejeknya. Banyak yang cara yang dilakukan kaum Quraisy untuk menghentikan Muhammad, suatu saat Abu Tholib sedang duduk bersama keponakannya. Juru bicara rombongan yang mendatangi rumah Abu Tholib membuka pembicaraan dengan berkata, Wahai Abu Tholib! Muhammad mencerai-beraikan barisan kita dan menciptakan perselisihan diantara kita. Ia merendahkan kita dan mencemooh kita dan berhala kita. Jika ia melakukan itu karena kemiskinan dan kepapaannya, kami siap menyerahkan harta berlimpah kepadanya. Jika ia menginginkan kedudukan, kami siap menerimanya sebagai penguasa kami dan kami akan mengikuti perintahnya. Bila ia sakit dan membutuhkan pengobatan, kami akan membawakan tabib ahli untuk merawatnya….

Abu Tholib berpaling kepada Nabi seraya berkata, Para sesepuh anda datang untuk meminta Anda berhenti mengkritik berhala supaya mereka pun tidak mengganggu Anda. Nabi menjawab, Saya tidak menginginkan apa pun dari mereka. Bertentangan dengan empat tawaran itu, mereka harus menerima satu kata dari saya, yang dengan itu mereka dapat memerintah bangsa Arab dan menjadikan bangsa Ajam sebagai pengikut mereka. Abu Jahal bangkit sambil berkata, Kami siap sepuluh kali untuk mendengarnya. Nabi menjawab, Kalian harus mengakui keesaan Tuhan. Kata-kata tak terduga dari Nabi ini laksana air dingin ditumpahkan ke ceret panas. Mereka demikian heran, kecewa, dan putus asa sehingga serentak mereka berkata, Haruskah kita mengabaikan 360 Tuhan dan menyembah kepada satu Allah saja?

Orang Quraisy meninggalkan rumah Abu Tholib dengan wajah dan mata terbakar kemarahan. Mereka terus memikirkan cara untuk mencapai tujuan mereka. Dalam ayat berikut, kejadian itu dikatakan,

Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata,Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja ? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka [seraya berkata], Pergilah kamu dan tetaplah [menyembah] tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir ini; ini(mengesakan Allah) tidak lain kecuali dusta yang diada-adakan.

Banyak sekali contoh penganiayaan dan penyiksaan kaum Quraisy, Tiap hari nabi menghadapi penganiayaan baru. Misalnya, suatu hari Uqbah bin Abi Muith melihat Nabi bertawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Nabi dengan serbannya dan menyeret beliau ke luar masjid. Beberapa orang datang membebaskan Nabi karena takut kepada Bani Hasyim. Dan masih banyak lagi. Nabi menyadari dan prihatin terhadap kondisi kaum Muslim. Kendati beliau mendapat dukungan dan lindungan Bani Hasyim, kebanyakan pengikutnya budak wanita dan pria serta beberapa orang tak terlindung. Para pemimpin Quraisy menganiaya orang-orang ini terus-menerus , para pemimpin terkemuka berbagai suku menyiksa anggota suku mereka sendiri yang memeluk Islam. Maka ketika para sahabatnya meminta nasihatnya menyangkut hijrah, Nabi menjawab, Ke Etiopia akan lebih mantap. Penguasanya kuat dan adil, dan tak ada orang yang ditindas di sana. Tanah negeri itu baik dan bersih, dan Anda boleh tinggal di sana sampai Allah menolong Anda.

Pasukan Syirik Quraisy kehabisan akal untuk menghancurkan Muhammad, maka mereka melakukan propaganda anti Muhammad, diantaranya mereka memfitnah Nabi, Bersikeras menjuluki Nabi Gila, larangan mendengarkan Al-Quran, menghalangi orang masuk Islam, sehingga Allah mengabadikan perkataan orang-orang keji ini dan menunjukkan sesatnya perkataan mereka, dalam Al-Quran Allah berfirman

Demikianlah, tiada seorang rosul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka selain mengatakan, Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu ? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.

Kaum Quraisy pun gagal melakukan berbagai macam cara untuk menghalangi usaha Muhammad, dan menghalangi orang-orang untuk mengikuti agama Tuhan Yang Esa. Mereka pun melakukan Blokade ekonomi yang membuat banyak kaum muslim, terutama kaum wanita dan anak-anak kelaparan. Nabi dan para pengikutnya masuk ke Syiib Abu Tholib, yang diikuti pendamping hidupnya, Khodijah, dengan membawa serta Fatimah AS. Orang-orang Quraisy mengepung mereka di Syiib itu selama tiga tahun. Dan akhirnya tahun-tahun blokade itu pun berakhir. Dan keluarlah sang bintang bersama keluarga dan sahabatnya dari pengepungan. Allah telah menetapkan kemenangan bagi mereka, dan Khodijah pun berhasil pula keluar dari pengepungan dalam keadaan amat berat dan menderita, Beliau telah hidup dengan kehidupan yang menjadi teladan Istimewa bagi kalangan kaum wanita. Ajal Khodijah sudah dekat. Allah telah memilihnya untuk mendampingi Rosulullah Saww., dan dia telah berhasil menunaikan tugas dengan baik. Khodijah akhirnya meninggal pada tahun itu juga. Yakni, pada saat kaum Muslim keluar dari blokade orang-orang Quraisy, tahun kesepuluh sesudah Kenabian. Pada tahun yang sama, paman Rosul (Abu Tholib) meninggal dunia, yang sekaligus sebagai pelindung dakwa Muhammad. Sungguh Nabi mengalami kesedihan yang amat berat. Beliau kehilangan Khodijah, dan juga pamannya yang menjadi pelindung, dan pembelanya. Itu sebabnya, maka tahun ini dinamakan Am Al-Huzn (Tahun Duka cita). Bukan hanya Rosul yang terpukul hatinya, Fatimah, yang belum kenyang mengenyam kasih sayang seorang ibu dan kelembutan belaiannya, ikut pula menanggungnya. Kedukaan menyelimuti dan menindihnya di tahun penuh kesedihan itu.Fatimah kehilangan ibundanya, berpisah dari orang yang menjadi sumber cintanya dan kasih sayangnya. Acap kali dia bertanya kepada ayahandanya, Ayah, kemana Ibu? Kalau sudah begini, tangisnya pecah, air matanya meleleh, dan kesedihan menerpa hatinya. Rosul merasakan betapa berat kesedihan yang ditanggung putrinya. Setelah wafatnya Abu Tholib kaum Kafir Quraisy semakin berani menganggu Muhammad, akhirnya Muhammad berhijrah ke Yastrib, peristiwa hijrahnya Nabi ke Yastrib, merupakan momen awal dari lahirnya negara Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggung jawab bagi keselamatan Nabi. Di bulan Robiul Awwal tahun ini, saat hijrahnya Nabi terjadi, tak ada seorang muslim pun yang tertinggal di Mekah kecuali Nabi, Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau karena sakit,dan lanjut usia.

Kaum Quraisy yang berada di Mekah akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh Muhammad di malam hari, dan masing-masing suku mempunyai wakil, sehingga Bani Hasyim tidak dapat menuntut balas atas kematian Muhammad. Orang-orang ini memang bodoh, mereka mengira Muhammad dapat dihancurkan hanya dengan cara seperti ini, seperti urusan duniawi mereka. Jibril datang memberitahu Nabi tentang rencana kejam kaum kafir itu. Al-Quran merujuk pada kejadian itu dengan kata-kata,

Dan [ingatlah] ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

Ali berbaring melewati cobaan yang mengerikan demi keselamatan Islam menggantikan Nabi, sejak sore. Ia bukan orang tua yang lanjut usia, tapi seorang anak muda yang begitu berani mengorbankan nyawanya untuk sang Nabi, ia, yang bersama Khodijah adalah orang yang pertama-tama beriman kepada Nabi, dialah orang yang rela berkorban untuk Nabi, Ali, sekali lagi Ali. Kepadanya Nabi berkata,Tidurlah di ranjang saya malam ini dan tutupi tubuh Anda dengan selimut hijau yang biasa saya gunakan, karena musuh telah bersekongkol membunuh saya. Saya harus berhijrah ke Yastrib. Ali menempati ranjang Nabi sejak sore. Ketika tiga perempat malam lewat, empat puluh orang mengepung rumah nabi dan mengintipnya melalui celah. Mereka melihat keadaan rumah seperti biasanya, dan menyangka bahwa orang yang sedang tidur di kamar itu adalah Nabi.



IV. Hijrah



Kini tiba fajar. Semangat dan gairah besar tampak di kalangan musyrik itu. Mereka begitu yakin akan segera berhasil. Dengan pedang terhunus mereka memasuki kamar Nabi, yang menimbulkan suara gaduh. Serentak Ali mengangkat kepalanya dari bantal dan menyingkirkan selimutnya lalu berkata dengan sangat tenag,Apa yang terjadi ? Mereka menjawab,Kami mencari Muhammad. Di mana dia? Ali berkata, Apakah anda menitipkannya kepada saya sehingga saya harus menyerahkannya kembali kepada Anda? Bagaimanapun, sekarang ia tak ada di rumah. Muhammad telah pergi jauh di luar pengetahuan mereka.

Nabi, tiba di Quba tanggal 12 Rabiul Awwal, dan tinggal di rumah Ummu Kultsum ibn al-Hadam. Sejumlah Muhajirin dan Ansor sedang menunggu kedatangan Nabi. Beliau tinggal di situ sampai akhir pekan. Sebagian orang mendesak agar beliau segera berangkat ke Madinah, tetapi beliau menunggu kedatangan Ali. Orang Quraisy mengetahui hijrahnya Ali dan rombongannya diantaranya ialah Fatimah, puteri Nabi, Fatimah binti Asad dan Fatimah binti Hamzah bin Abdul Mutholib karena itu, mereka memburunya dan berhadap-hadapan dengan dia di daerah Zajnan. Perselisihan pun terjadi dan Ali berkata Barangsiapa menghendaki tubuhnya terpotong-potong dan darahnya tumpah, majulah! Tanda marah nampak di wajahnya. Orang-orang Quraisy yang merasa bahwa masalah telah menjadi serius, mengambil sikap damai dan berbalik pulang. Ketika Ali tiba di Quba, kakinya berdarah, dikarenakan menempuh perjalanan Makah Madinah dengan berjalan kaki. Nabi dikabari bahwa, Ali telah tiba tapi tak mampu menghadap beliau. Segera nabi ke tempat Ali lalu merangkulnya. Ketika melihat kaki Ali membengkak, air mata Nabi menetes".

Penduduk Yastrib yang kemudian berganti menjadi nama Madinah - menyambut kedatangan Nabi. Mereka mengucapkan berbagai macam syair untuk menyambut manusia mulia ini. Disinilah manifestasi sebuah negara Islam pertama kali didirikan. Muhammad menyusun kekuatannya di Madinah bersama keluarga dan sahabat setianya yang rela meninggalkan tanah air dan hartanya untuk Tuhannya, islam yang muda ini menyusun kekuatan untuk menghadapi kekuatan kaum Quraisy yang setiap saat siap untuk menghancurkan Islam yang dibangun ini, perang demi perang mulai dari Badar, Uhud, Khandaq, yang disetiap perang tampillah Al-Washi Muhammad yang selalu menjadi pemberi moral kepada pasukan untuk menghancurkan kafir Quraisy dengan Iman yang membara. Pada perang Badar al-washi (Ali) dan Hamzah tampil menghadapi pemberani kafir Quraisy, dalam sepucuk suratnya kepada Muawiyah, Ali mengingatkannya dalam kata-kata Pedang saya yang saya gunakan untuk membereskan kakek anda dari pihak ibu (Utbah, ayah dari Hindun Ibu Muawiyah), paman anda dari pihak Ibu (Walid bin Uthbah) dan saudara Anda (Hanzalah) masih ada pada saya. Pada perang Uhud Nabi dan lagi-lagi Hamzah dan Ali tidak pernah Absen, Ali adalah pembawa panji dalam setiap peperangan. Nabi mengungkapkan nilai pukulan Ali pada perang Khandaq (parit) disebut juga dengan Ahzab kepada Amar bin Abdiwad itu, Nilai pengorbanan itu melebihi segala perbuatan baik para pengikutku, karena sebagai akibat kekalahan jagoan kafir terbesar itu kaum Muslim menjadi terhormat dan kaum kafir menjadi aib dan terhina".



V. Benteng Khaibar



Pada perang Khaibar ketika semangat kaum muslim mengendur dan merasa tidak mampu untuk menghancurkan benteng Khaibar, orang-orang menunggu dengan gelisah dan ketakutan, karena sebelumnya Abu Bakar dan Umar tidak ada yang mampu menghancurkan benteng, bahkan Umar memuji keberanian pemimpin benteng, Marhab,yang luar biasa yang membuat Nabi dan para komandan Islam kecewa atas pernyataan Umar ini.

Kebisuan orang-orang sedang menunggu dengan gelisah dipecahkan oleh kata-kata Nabi, Dimanakah Ali? Dikabarkan kepada beliau bahwa Ali menderita sakit mata dan sedang beristirahat di suatu pojok. Nabi bersabda, Panggil dia. Ali diangkut dengan unta dan diturunkan di depan kemah Nabi. Pernyataan ini menunjukkan sakit matanya demikian serius sampai tak mampu berjalan. Nabi menggosokkan tangannya ke mata Ali seraya mendoakannya. Mata Ali langsung sembuh dan tak pernah sakit lagi sepanjang hidupnya. Nabi memerintahkan Ali maju, menurut riwayat pintu benteng Khaibar itu terbuat dari batu, panjangnya 60 inci, dan lebarnya 30 inci. Mengutip kisah pencabutan pintu benteng Khaibar itu dari Ali melalui jalur khusus, Saya mencabut pintu Khaibar dan menggunakannya sebagai perisai. Seusai pertempuran, saya menggunakannya sebagai jembatan pada parit yang digali kaum Yahudi. Seseorang bertanya kepadanya, Apakah Anda merasakan beratnya? Ali menjawab, Saya merasakannya sama berat dengan perisai saya. Masih banyak lagi peristiwa-peristiwa lain selain peperangan untuk melawan kebejatan kaum kafir Quraisy, banyak juga peristiwa yang menggembirakan, misalnya peristiwa pernikahan al-Washi dan Fatimah, putri Nabi, perubahan kiblat dari Bait al-Maqdis ke Kabah di Makah. Selain serangan dari luar Kota Madinah, kaum Yahudi yang berada di dalam kota selalu mencoba melakukan rongrongan terhadap pemerintahan Islam yang masih muda ini, namun Sang Maha Konsep telah menentukan Drama yang berbeda, walaupun mereka mencoba memadamkan nur cahaya-Nya, namun Ia terus menerangi Nur Cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu benci.



VI. Fath Makkah



Tahun kedelapan Hijrah, perjanjian Hudaibiyah dikhianati oleh orang-orang Quraisy mekah, Nabi segera mengeluarkan perintah kesiagaan umum. Beliau siapkan pasukan besar yang belum pernah disaksikan kehebatannya selama ini. Ketika pasukan telah lengkap dan siap bergerak, Nabi pun menyampaikan bahwa sasarannya adalah Mekah. Pasukan bergerak laksana migrasi kawanan burung menuju arah selatan. Nabi memerintahkan kepada pasukannya yang berjumlah 10.000 orang untuk membagi diri, dan menyalakan api unggun di malam hari agar pasukan musuh melihat betapa besar pasukan musuh tersebut.

Di dekat kuburan Abu Tholib dan Khodijah yang terletak di punggung Mekah, kaum muslimin membuat kubah untuk Nabi. Dari kubah inilah Nabi mengamati dengan cermat arus pasukan Islam yang masuk ke kota dari empat penjuru.

Makkah... Membisu di depan Nabi dan pendukungnya. Ya Mekah membisu dan tidak lagi menyerukan teriakan Firaun-firaun, digantikan hiruk pikuk suara 10.000 prajurit Muslim yang menggema yang seakan-akan sedang menunggu kedatangan sahabatnya

Gua itu menatap kepada orang yang dulu berada dalam perutnya dalam keadaan terusir yang kini telah berdiri tegap dengan gagah dan dikelilingi puluhan ribu pengikut dan pembelanya.

Nabi memasuki Mekah dan bertawaf, menghancurkan berhala-berhala bersama al-Washi, tidak ada darah yang tertumpah. Orang-orang Quraisy yang berada di Makkah menunggu bibir Muhammad berucap tentang mereka, apakah yang akan terjadi pada mereka, namun bibir itu begitu mulia untuk menjatuhkan hukuman, ia memberikan kepada mereka yang telah memeranginya pengampunan dan beliau berkata ... Pergilah, Anda semua adalah orang-orang yang dibebaskan!

Kini, di Shafa, laki-laki yang telah membuat sejarah itu telah kembali, berdiri di depan kehidupannya yang sarat dengan berbagai peristiwa dan yang ditangannya tergenggam masa depan yang gemilang. Selama dua puluh tahun penggembalaannya tak pernah henti, ia tak pernah merasakan letih, kesabarannya begitu tinggi, tak pernah menyerah. Orang orang Quraisy berdesak-desakkan di bukit Shafa untuk memberikan Baiat.

Setelah penaklukan Mekah masih ada beberapa peperangan besar berlanjut semasa hidup Nabi - yaitu Hunain, Tabuk. Al-Washi tampil dengan gagah perkasa dalam peperangan ini, sesudah membuat kocar-kacir musuh, al-washi segera menghambur untuk bergabung dengan Nabi, ia memutari Nabi, dan menghambur membabat musuh untuk melindungi Nabi, dan pada kali yang lain menemui prajurit musuh yang lari dan menghadang kejaran musuh. Sesudah itu kembali memutari Nabi. Nabi memanggil sahabat-sahabatnya yang lari cerai-berai Ayyuhan Nas, mau kemana kalian ? Wahai orang-orang yang ikut baiat al-Ridwan! Wahai, orang-orang yang kepadanya diturunkan surat Al-Baqarah! Wahai orang-orang yang berbaiat di bawah pohon...! orang-orang Madinah yang gagah berani segera sadar akan diri mereka! Dan ingat bahwa hingga saat ini mereka adalah tulang punggung Nabi. Kini Nabi memanggil mereka di tengah 12.000 orang prajurit, dua ribu diantaranya adalah kaum kerabatnya. Mereka segera menghambur ke arah Nabi menyambut panggilannya dengan, Labbaik, Labbaik... Kami datang, kami datang...!

Pasukan Islam kembali memenangkan pertempuran, peran individual Muhammad dalam menyampaikan risalah agungnya telah selesai, dan kini tidak bisa tidak di harus melihat pasukannya, untuk kesekian kalinya, mengingat dan mengenang kembali pelajaran yang telah diberikannya selama dua puluh tiga tahun, agar di bisa mengevaluasidan menelitinya kembali.



VII. Haji Wada



Tahun kesebelas Hijrah, haji pertama Nabi dan kaum Muslimin tanpa ada seorang musrik pun yang ikut didalamnya, untuk pertama kalinya pula, lebih dari 10.000 orang berkumpul di Madinah dan sekitarnya, menyertai Nabi melakukan perjalanan ke Makkah, dan .. sekaligus inilah haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi. Rombongan haji meninggalkan Madinah tanggal 25 Dzulqaidah , Nabi disertai semua isterinya, menginap satu malam di Dzi Al-Hulaifah, kemudian melakukan Ihram sepanjang Subuh, dan mulai bergerak... seluruh padang terisi gema suara mereka yang mengucapkan,Labbaik, Allahumma labaik... Labbaik, la syarika laka, ! Aku datang memenuhi panggilanmu, Allahumma, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu...Labbaik, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Segala puji, kenikmatan, dan kemaharajaan, hanya bagi-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu... Labbaik, aku datang memenuhi panggilan-Mu... Langit, hingga hari itu, belum pernah menyaksikan pemandangan di muka bumi seperti yang ada pada saat itu. Lebih dari 100.000 orang, laki-laki dan perempuan dibawah sengatan Matahari yang amat terik dan di padang pasir yang sebelumnya tak pernah dikenal orang bergerak menuju satu arah. Medan ini merupakan lukisan paling indah dari satu warna yang menghiasi kehidupan manusia. Dan sejarah, adalah kakek tua yang terbelenggu dalam pengabdian terhadap kepentingan-kepentingan. Ia adalah tukang cerita yang membacakan hikayat-hikayat Firaun, Kisra dan Kaisar. Sejarah sekali melihat Muhammad dan orang-orang yang bergerak bersamanya dengan heran! Aneh sekali. Pasukan apa ini? Komandan berjalan kaki kelelahan, dan pengikut-pengikutnya pun demikian pula. Nabi memang berjalan kaki bersama umatnya. Sejarah memang mendengar bahwa penguasa itu berada di tengah-tengah pasukan itu, tapi ketika dicari-carinya, dia tak bisa menemukannya. Rombongan itu masuk Mekah 4 Dzulhijjah, disitu telah berkumpul Allah, Ibrahim, Kabah dan Muhammad. Dia juga ingin memperlihatkan kepada Ibrahim, bahwa karya besarnya, kita sudah diantarkan kepada Maksud.

Matahari tepat di tengah siang hari itu. Seakan-akan ia menumpahkan seluruh cahayannya yang memakar ke atas kepala semua orang. Nabi berdiri di depan lebih dari 100.000 orang. Laki-laki dan perempuan yang mengelilinginya. Nabi memulai pidatonya, Rosulullah berkata,Tahukah kalian, bulan apa ini ?
Mereka serentak menjawab,Bulan Haram! .....

...Ayyuhan Nas, camkan baik-baik perkataanku. Sebab, aku tidak tahu, mungkin aku tidak lagi akan bertemu dengan kalian sesudah tahun ini, di tempat ini, untuk selama-lamanya... Ayyuhan Nas, sesungguhnya darah dan hartamu adalah haram bagimu hingga kalian menemui Tuhanmu sebagaimana diharamkannya hari dan bulanmu ini. Sesudah itu, kamu sekalian akan menemui Tuhanmu dan ditanya tentang amal-amalmu. Sungguh, aku telah sampaikan hal ini. Maka, barangsiapa yang masih mempunyai amanat, hendaknya segera disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya.....
Akar-akar syirik telah dihapuskan dari Mekah, dan Mekah menjadi sebuah kota suci bagi kaum muslim, tempat berkumpulnya muslimin dari seluruh penjuru dunia, dengan menggunakan pakaian yang sama, menuju Tuhannya, tidak ada perbedaan, baik kaya, miskin, raja, rakyat, semuanya sama dihadapan Tuhan, yang membedakannya adalah takwa.
Muhammad telah melaksanakan tugasnya, dan sekarang beliau berada di pembaringan, Nabi membuka mata seraya berkata kepada putrinya dengan suara pelan Muhammad tidak lain hanyalah seorang Rosul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rosul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang? Barangsiapa berpaling ke belakang, maka tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.[Petikan dari laman. fatimah.org]

dikutip dari http://www.al-huda.net/cari_arkib_arkib.php?id=17
Selanjutnya..

Rabu, 09 Februari 2011

Jadwal Maulid Agung 2011 (update)

13 februari 2011 Jam 08.00 Khaul Al-’Allamah Al-Habib Hasan bin Abdullah Asy-Syathiridi Kediaman Al-Habib Abdurrahman bin Syekh Al-’AthosJl. Asem Baris – Jakarta Selatan

14 Februari 2011 Jam 18.30 WIB – selesaiMAULID AKBAR NABI BESAR MUHAMMAD SAW yg ke 1484 )Jl.Raya Petamburan, T.Abang – Jakarta Pusa:AL-HABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB, FPI, LPI, MPI, FMI, MIS, MT.AL-ISHLAH & MT.PETAMBURAN

14 februari 2011 Jam 20.00 WIBMAULID NABI MUHAMMAD SAW dan HUT MAJELIS NURUL MUSTHOFA KE-15di Gelora Bung Karno – Senayan – Jakarta

15 Februari 2011 Jam 07.00 DZIKIR AKBAR MAJELIS RASULULLAH SAW dan MAULID TERBESAR DI DUNIA di Monumen Nasional ( MONAS ) – Jakarta

15 Februari 2011Jam 08.00 WIB Mauid di Kediaman Habib Ali bin SahilJl.KS Tubun 3 blakang hotel ibis slipi..

27 Feb 2011 Jam 16.00 Maulid nabi Muhammad saw di Al Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad(Habib Kuncung)Di Belakang Mall Kalibata.

28 Feb 2011 Jam 09.00 Maulid nabi Muhammad saw diPon-Pes Al Khoirot Habib Nagieb bin Syekh Abubakar bin SalimJl.Pengasinan, Bekasi Timur.

28 Feb 2011 Jam 16.00 Maulid nabi Muhammad saw di Habib Husin bin Ali Alatas Jl.Bulu,Condet.

01 Mar 2011 Jam 09.00 Khoul Al Habib Ali bin Husin AlatasJl.Buluh, Condet.

01 Mar 2011 Jam 18.00 Maulid nabi Muhammad saw Di Keramat Empang, Bogor.

02 Mar 2011 Jam 09.0 Khoul Al Imam Al Habib Abdullah bin Muhsin Alatas (Kramat Empang,Bogor).

02 Mar 2011Jam 18.00 Ziarah Kemakam Guru Besar Islam Indonesia Al Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Kwitang.

03 Mar 2011 Jam 09.00 Maulid nabi Muhammad saw di Pon-Pes Al HaromainAl Habib Hamid bin Abdullah Al kaffJl.Ganceng, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

03 Mar 2011 Jam 16.00 Maulid Kamis Akhir Al Habib Ali bin Abdurahman Al Habsyi, Kwitang.

04 Mar 2011 Jam 04.30 Maulid nabi Muhammad saw dan sholat Subuh berJamaah di Majelis Ta’lim Al Afaf (Al Habib Ali bin Sayyidil Walid Al Habib Abdurahman Assegaf), Tebet Utara.

04 Mar 2011Jam 09.00 Maulid di Gedung Darul Aitam KH.Mas Mansyur,Tanah Abang, Jakarta Pusat.

05 Mar 2011Jam 09.00 maulid agung di Masjid Al Hawi, depan PGC cililitan Condet jkt timur

05 Mar 2011 Jam 12.00 Masjid Maulid nabi Muhammad saw di Assalafiyah (Al Habib Hud bin Bagir Alatas)Kebon Nanas, Jak-Tim.

05 Maret 2011Jam 20:00 – 23:00 MAJELIS TA’LIM NURUL QOMARIYAH ( Habib Ali Zaeanl Abidin Alaydrus )di PERUMAHAN CILEDUG INDAH II, PEDURENAN, KARANG TENGAH, CILEDUG, TANGERANG

06 Mar 2011 Jam 09.00 maulid akbar dan Ziarah bersama di masjid keramat Luar Batang (Al Imam Al Habib Husin bin Abubakar Alaydrus). jl.Luar batang V Penjaringan jakarta utara

06 Mar 2011 Jam 12.00 Maulid Masjid Kramat Kampung Bandan,Lodan ancol jakarta utara

6 Maret 2011 jam 07.00 – selesai Maulid di Ponpes Madinatunnajah, Jl. Jombang -BSD no 97. Jombang Ciputat Tangerang Selatan. Penceramah; Al Habib Muhammad Bin Husein Alaydrus, KH. Drs. Abdurrahaman Soheh, KH. Ahmad Zabidi Maemun, Lc. KH. Mahrus Amin. pada hari; Ahad,. Jazaakallah ahsanal jazaa.

07 Mar 2011Jam 16.00 Khoul Al Habib Salim bin Jindandi Majelis Ta’lim Habib Salim bin JindanJl.Otista Raya – Jakarta Timur(sebelah gelanggang olahraga Youth Center).

08 Mar 2011Jam 09.30 Maulid nabi Muhammad saw di Futuhat At-Thosiah (Alm.Al Habib Alwi bin Abdullah Alatas)Bulak Kapal,Bekasi Timur.

08 Mar 2011Jam 09.00 Maulid nabi Muhammad saw kaum ibu di Masjid Keramat Luar Batang (Khusus Kaum Ibu dan Remaja Putri).

10 Mar 2011 Jam 09.00 Maulid nabi Muhammad saw di Al Habib Salim bin Toha Al HaddadJl.Damai, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

12 Mar 2011Jam 09.00 Majelis Ta’lim Annur (Alm.Al Habib Husin bin Abdullah bin Muhsin Alatas)Jl. Otista,Tanggerang Kota.

12 Mar 2011 Jam 16.00 Maulid di Majelis Dzikir SYAMSI SYUMUS ( Habib Musthofa bin Abdulloh Alaydrus )Jl.Tebet Timur Dalam Raya No.16.

19 Mar 2011 Jam 18.00 Majelis Al Burdah (Habib Hasyim bin Syekh Abubakar bin Salim)Jl.Cikoko Jak-Tim.

19 Maret 2011, Bada Isya, Maulid Nabi besar Muhammad SAW, di MASJID JAMI’ ALMUJAHIDIN, Jl. Menteng Atas Selatan, Kel Menteng Atas, Jakarta Selatan (Masuk dari Jl Minangkabau) Penceramah :
1.KH ZEIN ROFIQ (dari Majelis Adzzikra)
2. KH ABDURAHMAN MADINA (Pimp Ponpes Alhidayah, Bekasi)
Insya Alloh dihadiri guru Setempat
. KH Drs Rusdi Ali (Guru Stetmpat, Dai Bintal DKI)
. KH Tengku Zulkarnain (Guru Setempat, WaSekjen MUI Pusat)



20 Maret 2011Jam 08.00 Maulid Nabi SAW dan Khaul Almarhum Al-Maghfurlah Mu’allim KH. Muhammad Syafi’i Hadzami JL. KH. Muhammad Syafi’i Hadzami No. 40Kebayoran Lama – Jakarta Selatan

27 MaretJam 8:00 – 11:30 Maulid Nabi Muhammad saw di PONPES & MAJLIS TA’LIM “AL KIFAHI ALTSAQAFY” ( Habib Umar bin Sayyidil Walid Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf )JL. SAWO kecik RAYA, BUKIT DURI, TEBET, JAK-SEL

27 Mar 2011Jam 10.00 Yayasan Al Fachriyyah (Alm Al Habib Novel bin Salim bin Jindan)Jl. Larangan, Cileduk., Tangerang.

Minggu, 3 April 2011Jam 09.00 Maulid Akbar & Haul Ke-IV Al Walid Al Habib Abdurahman bin Ahmad Assegafdi Majlis Ta’lim Wal Mudzakaroh Al BusyroCitayam
Selanjutnya..

Senin, 07 Februari 2011

Tausiyah Habib Munzir 24 Januari 2011


Majelis Rasulullah SAW


Ditulis Oleh: Munzir Almusawa
Wednesday, 02 February 2011
Pahala Bersedekah Untuk Yang Telah Wafat
Senin, 24 Januari 2011


قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمَّهُ تُوُفِّيَتْ أَيَنْفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ

( صحيح البخاري )

Dari Ibn Abbas ra : Sungguh seorang berkata pd Rasulullah saw : Sungguh ibuku wafat, apakah bermanfaat baginya jika aku bersedekah atas namanya?, sabda Rasulullah saw : “Betul” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ .

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha menerangi jiwa dengan ketenangan, Yang Maha mampu melimpahakan kesejukan sanubari dalam keadaaan siang atau malam, dalam keadaan susah ataupun senang, ketenangan hati adalah milik Allah, dan Allah subhanahu wata’ala memeberikannya dengan sempurna bagi mereka yang mengingat Allah. Sebagaimana firman-Nya subhanhu wata’ala :

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(الرعد : 28 )

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’d : 28 )

Obat yang paling mujarab untuk menenangkan hati adalah Allah, obat kehidupan untuk mencapai
keselamatan di dunia dan akhirah, hembusan nafas dan detak jantungmu selamat dari yang selain Allah adalah mengingat Allah, yang dirisaukan adalah jika seorang hamba tidak selamat dari Allah maka siapa yang biasa yang menyelamatkannya, jika seorang hamba telah dicelakakan Allah maka siapa yang bisa membantunya ?!. Sebagaimana doa yang selalu dibaca oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ ، وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Ya Allah tidak ada orang yang dapat menahan apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang memberikan apa saja yang Engkau tahan, dan tidak ada yang menolak apa yang telah Engkau tentukan, dan tidak memberi manfaat kekayan dan kemuliaan kepada pemiliknya, dari-Mulah segala kekayaan dan kemuliaan."

Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setiap selesai melakukan shalat, beliau tidak pernah meninggalkan doa itu. Doa ini juga membuka rahasia anugerah Ilahi semakin besar untuk kita, dan membuat sesuatu yang terhalang dari kita, seperti rizki yang semestinya kita terima, baik berupa rizki yang zhahir atau yang bathin , akan menjadi semakin dibuka pintu-pintunya oleh Allah dengan keberkahan doa ini. Dan juga doa yang tidak pernah lepas dari lisan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat adalah :

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْك السَّلَامُ وَإِلَيْك يَعُودُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

“Ya Allah, Engkau maha sejahtera dan dari-Mulah serta kembalinya kesejahteraan, hidupkanlah kami dengan sejahtera dan masukkanlah kami ke surga tempat kesejahteraan, Maha berkah Engkau Yang Maha Agung lagi Maha Mulia”

Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai melakukan shalat pastilah beliau membaca doa itu. Maka milikilah rahasia kesejahteraan dari sang pemiliknya, yang senantiasa diminta oleh manusia yang membuka kesejahteraan dunia dan akhirah, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

( الأنبياء : 107 )

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” ( QS.Al Anbiyaa: 107 )

Seluruh pintu rahmat Allah dibuka dengan kebangkitan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Pintu kesejahteraan ditawarkan kepada kita setiap selesai shalat untuk diminta, maka selesai melakukan shalat mintalah kesejahteraan kepada yang memilikinya, maka kesejahteraan itu akan diberikan oleh Sang Maha Dermawan, yang mana tidak ada sifat kikir dalam nama Allah. Dia memberi lebih dari yang kita minta, Dia memberi lebih dari yang kita harapkan dan tiadalah seseorang yang berdoa kepada Allah kecuali ia akan besyukur kepada Allah kelak di hari kiamat. Seseorang yang mungkin kecewa dengan sesuatu yang telah dia ucapkan dalam doa namun seakan tidak diberi oleh Allah, di hari kiamat ia akan meneteskan air mata haru karena ternyata betapa indahnya pengaturan Allah dibalik harapan dan doanya. Sesuatu yang ia minta tidak Allah kabulkan namun ternyata Allah menyiapkan sesuatu yang jauh lebih indah dari yang ia minta.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Salah satu dari doa-doa para nabi, diantaranya adalah doa nabi Ayyub AS berdoa :

رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

( مريم : 4 )

"Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo'a kepada Engkau, ya Tuhanku” ( QS. Maryam : 4 )

Jika kita berdoa kepada Allah maka kita tidak akan dikecewakan oleh-Nya. Ayat ini adalah ucapan nabi Ayyub namun diturunkan dan diceritakan oleh Allah untuk ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, jika hanya untuk nabi maka tidaklah akan dicantumkan dalam Alqur’an Al Karim karena Al qur’an adalah surat kasih sayang Allah untuk ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka bukalah dan ambillah rahasia keluhurannya, rahasia kemuliaan doa, rahasia kemuliaan yaqin, diamana dikatakan oleh para salafusshalih dan terdapat dalam atsar sahabat bahwa tidak ada sesuatu yang lebih agung diturunkan Allah daripada keyakinanan. Jika seseorang yakin bahwa Allah subhanahu wata’ala tidak akan mengecewakannya dengan doa-doanya maka keyakinan itulah yang terjadi, dan riwayat ini diperkuat dengan hadits qudsi riwayat Shahih Al Bukhari :

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ

“ Aku bersama prasangka hamba-Ku, maka berprasangkalah kepada-Ku semaunya”

Allah bersama prasangka seorang hamba, jika hamba menyangka bahwa Allah tidak akan mengecewakannya dengan doa-doanya maka Allah tidak akan mengecewakannya. Jika seorang hamba rindu kepada Allah maka Allah pun rindu kepadanya, apabila seorang hamba cinta kepada Allah maka Allah cinta kepadanya. Oleh sebab itu bukalah prasangka baik seluas-luasnya untuk Allah maka Allah akan lebih baik dari prasangka itu.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Akan datang waktu dimana manusia kehilangan harga dirinya dihadapan Allah, kehilangan kehormatannya dihadapan Allah, sebagaimana firman Allah :

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ، خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ، فَذَرْنِي وَمَنْ يُكَذِّبُ بِهَذَا الْحَدِيثِ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ، وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

( القلم : 42-45 )

“Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera, Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh” ( QS. Al Qalam : 42-45)

Kelak di hari kiamat ketika rahasia cahaya kewibawaan Allah dibuka, dijelaskan oleh para mufassir diantaranya Ibn Abbas bahwa Allah membukakan cahaya kewibawaan-Nya, hal itu selaras dengan firman Allah subhanahu wata’la :

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

(الزمر : 69 )

“Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan” ( QS. Az Zumar : 69 )

Kelak di hari perkumpulan ketika semua manusia diperintahkan untuk bersujud, maka ada diantara mereka yang tidak bisa bersujud, kepala dan tubuh mereka tetap tegak, pundak dan pinggang mereka kaku tidak bisa bersujud, siapa mereka? mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia diajak untuk bersujud (shalat) namun mereka tidak melakukannya padahal mereka mampu melakukannya, maka di hari kiamat disaat mereka diminta bersujud untuk pengagungan kepada Allah, mereka tak mampu melakukannya karena tidak diizinkan bersujud oleh Allah, agar orang-orang di mahsyar mengetahui bahwa mereka adalah orang yang tidak mau melakukan sujud selama di dunia disaat Allah mengizinkan bersujud. Bagaimana malunya kita kelak di akhirat di saat tidak diizinkan untuk bersujud oleh Allah. Allah tidak memberi kemampuan untuk kita bersujud, maka diserukan kepada mereka : “ Mereka adalah wajah-wajah yang menghinakan sesuatu yang dimuliakan Allah (sujud) , dan memuliakan sesuatu yang dihinakan Allah”. Maka berjatuhanlah kulit wajah mereka karena malunya kepada Allah dan kepada semua keturunannya dan nenek moyangnya hingga ke nabi Adam As. Mereka yang tidak mau memperbanyak sujud ketika di dunia, maka kelak di akhirah tidak akan diizinkan bersujud kepada Allah, sungguh strategi Allah sangat dahsyat. Mereka yang memusuhi orang-orang yang bersujud atau melarang orang lain melakukan shalat, atau menghina orang-orang yang taat kepada Allah maka akan terhina kelak di hari kiamat karena tidak mampu untuk bersujud. Seluruh ibadah adalah hakikat sujud, karena sujud itu menunjukkan tadzallul, merendahkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala. Semoga Allah mengumpulkan kita bersama orang-orang yang bersujud. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أَقْرَبُ اْلعَبْدُ إِلَى اللهِ مَنْزِلَةً وَهُوَ سَاجِدٌ

“Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT yaitu ketika dia sedang sujud” (Shahih Muslim)

Begitu juga sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Shahih Al Bukhari :

حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ مِنْ ابْنِ آدَمَ أَثَرَ السُّجُودِ

“Allah haramkan api neraka menyentuh anggota sujud pada keturunan Adam”

Semua anggota lainnya terkena api neraka dan anggota sujud tidak terbakar oleh api neraka, hal itu jika tubuh yang bersujud maka bagaimana jika hati yang bersujud, semoga Allah menjadikan hati kita selalu bersujud kepada-Nya, tunduk dan merendahkan diri kepada-Nya, selalu merasa menjadi hamba dan tidak lebih dari sekedar seorang hamba, karena semua yang selain Allah adalah hamba, dan tidak lebih dari hamba. Namun ada hamba-hamba yang Allah khususkan untuk diberi anugerah di masa hidupnya bahkan setelah wafatnya, dan segala sesuatu yang terikat kepada hamba-hamba yang mulia pun akan dimuliakan oleh Allah, bahkan seekor anjing yang menjaga Ashabul kahfi pun dimuliakan oleh Allah sehingga menjadi salah satu hewan yang masuk ke dalam surga Allah, kalimat (Kalb/ Anjing) disebutkan dalam alqur’an sebanyak 4 kali, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al Kahfi :

سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًا

( الكهف : 22 )
“Nanti (ada orang yang akan) mengatakan [878] (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.” ( QS. Al Kahfi : 22 )

Dan didalam ayat yang lainnya :

وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيد

( الكهف : 18 )

“Dan anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua" ( QS. Al Kahfi : 18 )

Mengapa demikian? karena anjing itu setia menjaga para tuannya, dan tuannya adalah para shalihin. Jika hanya seekor hewan khidmah kepada para shalihin maka ia akan dimasukkan ke surga terlebih lagi jika ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang berkhidmah, dan terlebih lagi jika berkhidmah kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga kita dijadikan oleh Allah sebagai orang yang berbakti kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hadirin hadirat, Majelis Rasulullah ditegakkan dengan tujuan agar semakin banyak orang yang berbakti kepada sayyidina Muhammad. Semoga kita dikumpulkan oleh Allah bersama nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kelak di hari kiamat siapakah yang akan duduk bersama rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Mereka adalah orang-orang yang hadir di mejelis-majelis dzikir, majelis ta’lim, semua mejlis ta’lim atau majelis dzikir selama yang dibahas adalah hal-hal yang benar dan tidak dicampur dengan kebathilan maka itu adalah majelisnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena yang diajarkan adalah ajaran Rasulullah bukan ajaran yang lain. Maka di hari kiamat kelak yang akan duduk bersama Rasulullah di surga di dalam istana yang termegah di antara istana-istana surga adalah orang-orang yang banyak duduk di majelis-majelis ta’lim atau majelis dzikir. Semoga Allah subhanahu wata’ala mendudukkan kita sebagaimana Allah mendudukkan kita di tempat ini, kelak di surga kita akan duduk berhadapan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak perlu berdesakan bersalaman dengan beliau seperti yang terjadi pada kita dan kelak yang memimpin majelis (perkumpulan) disana adalah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukan pendosa seperti saya. Saya semakin kebingungan dan risau karena majelis semakin berkembang dan tanggung jawab semakin besar, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Semua Kalian adalah pemelihara dan semua pemelihara akan ditanyai akan yang dipeliharanya”

Semakin besar majelis ini, maka saya semakin risau karena seharusnya majelis ini dipimpin orang yang lebih alim dan shalih, lebih baik dan lebih bijaksana, lebih mendalami ilmu syari’ahnya dari saya, namun saya tetap bertahan karena perintah guru mulia, jika guru mulia tidak memerintahkan lagi maka saya akan mundur karena tidak sanggup lagi memimpin ummat.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah

Rahasia keluhuran berlimpah dan tidak terputus walaupun seseorang telah wafat, hadits yang telah kita baca tadi, yang diriwayatkan oleh sayyidina Abdullah bin Abbas RA saudara sepupu rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau meriwayatkan dimana ada seseorang datang kepada rasulullah dan berkata kepada rasulullah bahwa ibunya telah wafat, jika ia bershadaqah untuk ibunya apakah shadaqah itu bermanfaat baginya?, maka rasulullah menjawab : “ iya, bermanfaat untuk ibumu”. Hadits ini diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari dan menjadi dalil yang jelas dan kuat. Dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Bari dan oleh hujjatul islam Al Imam An Nawawi di dalam Syarh An Nawawiyah ‘ala shahih muslim dimana pendapat jumhur ulama’ atas sampainya amal pahala jika dikirimkan atau diniatkan untuk yang telah wafat, yang menjadi dalil bukan hanya hadits ini namun terdapat banyak hadits riwayat Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim, dimana para shahabat banyak bertanya tentang hal ini. Oleh sebab itu pengiriman amal pahala kepada yang telah wafat berlandaskan dalil yang shahih dan diakui oleh seluruh madzhab. Adapun mengenai pertanyaan atas ucapan Al Imam Syafi’i : “bahwa semua amal pahala sampai kecuali bacaan alqur’an”, hal ini sudah sering saya jelaskan namun masih sering menjadi pertanyaan juga di forum. Jadi kalau kita mau tau fatwa Al Imam Syafi’i maka kita harus tau terlebih dahulu ucapan muridnya, Al Imam Syafi’I jika berbicara maka ucapan beliau didengar oleh murid-muridnya karena jika mengambil sekilas fatwa Al Imam Syafi’I maka akan ada fatwa lain yang berbeda. Kita ketahui Al Imam An Nawawi adalah murid Al Imam Syafi’I yang bersambung sanadnya kepada beliau, maka kita mengambil pendapat dari muridnya karena muridnya lebih tau disaat seperti ketika Al Imam Syafi’i berbicara, sebagaimana suatu waktu Al Imam Syafi’I ditanya oleh seseorang yang kaya raya, dia berkata: “wahai Al Imam, aku berjima’ dengan istriku di siang hari bulan Ramadhan, apa yang harusn aku lakukan?”, maka Al Imam berkata : “berpuasalah 2 bulan berturut-turut, dan jika terputus sehari saja maka harus diulang kembali dari awal”, maka orang itu berkata : “tidak ada yang lain kah”, Al Imam menjawab : “tidak ada”. Kemudian datang seorang miskin dan bertanya : “wahai Al imam, aku berjima’ dengan istriku di siang hari bulan Ramadhan, apa yang harus aku perbuat?” Al Imam menjawab : “berilah makan 60 orang miskin”, orang itu berkata : “ tidak ada yang lainkah wahai Al Imam?”, Al Imam Syafi’I menjawab : “tidak ada”. Maka muridnya bertanya : “ wahai Al Imam mengapa engkau katakan demikian kepada orang yang bertanya, padahal memberi makan 60 orang miskin atau berpuasa 2 bulan berturut-turut keduanya bisa dilakukan?!”, maka Al Imam berkata : “karena orang yang pertama adalah orang yang kaya raya, jika dikatakan kepadanya agar memberi makan 60 orang miskin maka bisa jadi ia akan berkumpul dengan istrinya setiap hari di siang bulan ramadhan, dan orang yang kedua karena dia orang miskin jika disuruh puasa maka hal itu sangat mudah baginya karena ia telah terbiasa dengan keadaan lapar setiap harinya, maka disuruh agar memberi makan 60 orang miskin, dan hal ini sulit baginya namun supaya tidak diulanginya lagi perbuatan itu”. Demikian fatwa Al Imam Syafi’I, maka Al Imam mengatakan bahwa bacaan Al qur’an tidak sampai kepada yang wafat, karena orang-orang kaya yang di masa itu jauh hari sebelum mereka wafat, mereka akan membayar orang-orang agar jika ia telah wafat mereka menghatamkan Al qur’an berkali-kali dan pahalanya untuknya, maka Al Imam Syafi’I mengatakan bahwa pahala bacaan Al qur’an tidak bisa sampai kepada yang wafat. Selanjutnya kita lihat fatwa murid beliau Al Imam An Nawawi Ar, dimana sanadnya bersambung kepada Al Imam Syafii, beliau menjelaskan bahwa jumhur madzhab mengatakan bahwa seluruh amal pahala yang dikirimkan kepada yang wafat akan sampai, walaupun yang masyhur dalam madzhab syafii bahwa bacaan Al qur’an jika dikirimkan kepada yang wafat maka tidak akan sampai namun yang lebih shahih adalah sampainya pahala bacaan tersebut kepada yang wafat, maka kita memilih pendapat yang lebih shahih, demikian yang telah dijelaskan oleh Al Imam An Nawawi Ar, maka jelaslah bahwa seluruh amal pahala yang dikirimkan untuk yang telah wafat akan sampai. Hadirin hadirat, Al Imam Ibn Abbas bin Ishaq As Tsaqafi menyembelih 12.000 ekor kambing dan pahalanya dihadiahkan untuk rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menghatakamkan Al qur’an 12.000 kali dan pahalanya untuk rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau melakukan 7 kali ibadah haji, satu kali untuk dirinya sendiri, 2 kali untuk ayah ibunya dan sisanya dihadiahkan untuk rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan yang pertama kali memplopori perbuatan ini adalah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, disebutkan dalam riwayat Shahih Muslim ketika beliau menyembelih hewan qurban, beliau berkata :

اَللّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

" Ya Allah terimalah (qurban) ini dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari ummat Muhammad"

Dikatakan oleh Al Imam Nawawi terdapat 2 pendapat tentang hal ini, yang pertama bahwa semua ummat nabi Muhammad mendapatkan pahala qurban rasulullah di saat itu, dan pendapat yang kedua mengatakan bahwa ummat nabi Muhammad yang tidak mampu berqurban saja maka mereka mendapatkan pahala dari qurban rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Hadirin hadirat, pengiriman amal ini sering terjadi bahkan kepada yang masih hidup, terdapat dalam riwayat Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim dimana seseorang bertanya kepada Rasulullah : “wahai rasulullah, ayahku sudah sangat tua dan tidak mampu untuk berangkat melakukan ibadah haji, maka bolehkah aku haji untuknya?” maka rasulullah mengatakan boleh. Bahkan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadiahkan pahala yang sangat luhur kepada sayyidina Utsman bin Affan Ra yang disaat itu beliau tidak hadir di perang Badr Al Kubra karena istriya di saat itu sedang sakit, dimana istrinya adalah putri rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sayyidina Utsman bin Affan bertanya kepada rasulullah apakah beliau berangkat perang atau tidak, maka Rasulullah memerintahkannya untuk menjaga istrinya dan tidak ikut dalam perang Badr, berangkatlah rasulullah bersama kaum muhajirin dan anshar menuju Badr, dan setelah selesai perang Badr sayyidina Utsman bin Affan berkata kepada rasulullah : “wahai rasulullah, semua orang mendapatkan pahala perang Badr namun aku tidak mendapatkannya karena aku tidak hadir di perang Badr karena menjaga putrimu yang sedang sakit”, maka Rasulullah berkata : “ bagimu pahala perang Badr wahai Utsman”. Begitu juga dalam Bai’at Ar Ridwan, dimana di saat itu sayyidina Utsman juga tidak hadir maka rasulullah menjulurkan tangannya dan berkata : “tangan ini yang mewakili Utsman bin Affan”, sayyidina Utsman tidak hadir namun pahalanya sampai kepada beliau. Kita semua mencintai ahlu Al Badr, dan rasulullah bersabda :

اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”

Semoga kita semua bersama ahlu Al Badr, amin. Mencintai dan dicintai imam ahlu al badr, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka perbanyaklah amal pahala untuk kita dan perbanyak pula mengirimkan amal pahala untuk yang telah wafat, mungkin ayah bunda kita, keluarga dan kerabat kita, atau untuk kekasih kita yang sangat kita cintai, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu amal pahala kita bagaimana, jika kita mengirimkan amal pahala kepada yang telah wafat?, amal pahala kita tidak berkurang, jangan disangka jika kita membaca surah Yaasin dan pahalanya dikirimkan untuk yang telah wafat misalnya, maka kita tetap mendapatkan pahalanya juga karena telah membacanya, tidak seperti mentransfer uang, dimana kalau kita mentransfer uang kepada orang lain maka uang kita akan berkurang, namun jika amal pahala yang kita kirimkan kepada orang lain maka kita pun akan tetap mendapatkan pahalanya, karena telah diaminkan oleh malaikat yang berkata : “amin, dan bagimu seperti yang kau doakan untuk saudaramu”, dan terlebih lagi jika pahalanya dikirimkan kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka perbanyaklah shalawat dan salam kepada Rasulullah sebagai hadiah kita untuk nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan semua amal pahala ummat ini hakikatnya adalah hadiah untuk sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena setiap orang yang mengajarkan kebaikan akan kebagian pahalanya juga, dan siapa yang memulai segala ajaran mulia ini?, beliau adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau mendapatkan pula amal pahala dari ummatnya shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa mengurangi pahala ummatnya, namun semua itu akan beliau kembalikan lagi kepada ummatnya di hari kiamat dengan syafaatnya yang agung. Kelak semua ummat akan disyafaati oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para nabi dan rasul, wali-wali Allah, para shalihin dan syuhada’, kesemuanya akan disyafaati oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan orang yang di surga pun akan disyafaati oleh rasulullah agar mendapatkan derajat yang lebih tinggi lagi, sehingga ia bisa mensyafaati orang lain yang pendosa dari para kerabat, keluarga atau temannya. Saat itu hak syafaat dibagi-bagikan, dimana Allah berikan izin pertama kali untuk memberi syafaat adalah rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian rasulullah membagikan hak syafaat itu kepada para nabi, rasul, dan para shalihin sehingga kemudian mereka membagikannya kepada yang lain.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Semoga rahasia keluhuran selalu terlimpah kepada kita, amin. Satu hal yang perlu saya jawab tentang pertanyaan bagaimana hukumnya daulah islamiyah?, kata-kata daulah islamiyyah tidak pernah ada dalam Islam, Daulah artinya negara, sedangkan Islam tidak pernah bernegara, yang ada adalah khilafah islamiyyah. Dari zaman rasulullah tidak pernah ada yang namanya Negara Islam Madinah atau Makkah atau yang lainnya, jadi jika ada yang membicarakan masalah “Daulah Islamiyah”, maka dari awal ucapannya saja salah maka terlebih lagi kedalamnya, jika mau ditelusuri lebih dalam maka akan banyak kita temui bahwa mereka belum memahami Islam dengan baik dan sempurna, karena daulah islamiyyah tidak pernah ada dalam sejarah Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Abdullah bin Ubay bin Salul pembesar munafiq di Madinah dan tetap memimpin Madinah, namun Rasulullah tetap tidak memberontak untuk menjatuhkan kekuasaan Abdullah bin Salul, padahal dia adalah pimpinan munafik yang paling jahat di Madinah, dimana semua rahasia Islam disampaikan kepada kuffar quraisy, namun ia mengaku muslim agar tidak dibunuh dan rasulullah tetap tidak menjatuhkan kekuasaannya, padahal yang benar adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang telah difirmankan Allah :

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآَمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ

( محمد : 2 )

“Dan orang-orang mu'min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka” ( QS. Muhammad : 2 )

Namun pemimpin-pemimpin kita Alhamdulillah tidak ada yang melarang kita melakukan shalat atau puasa, tidak ada yang mencelakakan orang islam dan para ulama’. Maka jangan mudah tertipu atau terprovokasi dengan hal-hal yang bisa memicu buruknya citra baik nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Islam adalah agama yang damai dan tidak pernah mencari musuh dan tidak pula suka bermusuhan, tidak suka mencari-cari aib orang lain apalagi aib pemimpin, namun Islam juga tidak akan pernah lari atu mundur dari musuh, Islam buka agama penakut, Islam tidak akan lari karena semburan air, karena muslimin yang kuat imannya dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya peluru pun akan dikejar, bukan dengan emosi, jika marah karena emosi maka disiram air saja akan lari, dan jika dengan iman yang kuat jangankan semprotan air, peluru pun akan dihadapi. Disini harus kita memahami kemuliaan firman Allah :

إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ

( البقرة : 153 )

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar ” ( QS. Al Baqarah : 153 )

Maksudnya adalah Allah akan menolong orang-orang yang sabar, namun jika selalu mengandalkan emosi maka yang menjadi penolong adalah syaitan. Sebagaimana perang Badr Al Kubra terjadi di bulan Ramadhan, Fath Makkah terjadi pada bulan Ramadhan, dan Kemerdekaan RI pun terjadi pada bulan Ramadhan, di bulan Ramadhan justru mendapatkan kemenangan padahal keadaan fisik mereka lemah karena dalam keadaan berpuasa, namun karena mereka hadapi dengan iman dan kesabaran maka Allah yang menjadi penolong mereka. Semoga Allah subhanahu wata’ala semakin memakmurkan ajaran dan tuntunan yang benar dengan munculnya sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang dengan itu Allah akan memakmurkan kita, bangsa kita, kota kita, dilimpahi kedamaian, dijauhkan dari musibah. Ya Rahman Ya Rahim, ribuan musibah yang akan menimpa kami, sebelum musibah itu turun maka jauhkan dan hindarkanlah dari kami, siapa yang bisa menahan semua ini selain Engkau wahai Rabbi, siapa yang bisa merubah semua ini selain nama-Mu yang Maha Luhur Ya Allah.

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله...يَا الله... ياَ الله... ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ .
Selanjutnya..